ayuutami.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Beranda Koleksi
Multimedia

Sidang Susila

E-mail Cetak PDF

 

Sidang Susila adalah naskah drama yang mulanya ditujukan untuk dipentaskan Butet Kertaredjasa beserta tiga aktor pembantu. Pada 2008, Butet bersama Teater Gandrik memainkan adaptasinya untuk grup besar. Buku ini memuat versi awal.

Sidang Susila adalah naskah drama komedi pertama Ayu yang merupakan kritik atas Rancangan Undang-Undang tentang Pornografi. Tapi, komedi yang paling lucu dalam buku ini barangkali adalah naskah RUU itu sendiri, yang ditulis oleh para anggota DPR.

Pemutakhiran ( Kamis, 15 Januari 2009 15:47 ) Lebih lanjut...
 

Parasit Lajang

E-mail Cetak PDF

Parasit LajangContoh isi buku Parasit Lajang dapat dibaca di sini.

10+1 ALASAN UNTUK TAK KAWIN

Inilah sebelas alasan kenapa tidak menikah adalah sikap politik saya:

1. Memangnya harus menikah?

2. Tidak merasa perlu.

3. Tidak peduli.

4. Amat peduli. Jika di satu sisi saya mudah dianggap tak peduli pada nilai yang dipercaya ibu saya, di sisi lain saya sesungguhnya amat peduli. Awalnya sederhana saja. Sejak kecil saya melihat masyarakat mengagungkan pernikahan. Ironisnya, dongeng Cinderella, Putri Salju, Putri Tidur, Pretty Woman tamat pada upacara, tukar cincin, dentang lonceng, atau ciuman pada balkon. Artinya, tak ada dongeng tentang perkawinan itu sendiri.

Pemutakhiran ( Jumat, 21 November 2008 08:05 ) Lebih lanjut...
 

Bilangan Fu

E-mail Cetak PDF

Bilangan Fu

Sinopsis: 

Cinta segitiga. Yuda, "si iblis", seorang pemanjat tebing dan petaruh yang melecehkan nilai-nilai masyarakat. Parang Jati, "si malaikat", seorang pemuda berjari duabelas yang dibentuk oleh ayah angkatnya untuk menanggung duka dunia. Marja, "si manusia", seorang gadis bertubuh kuda teji dan berjiwa matahari.

Mereka terlibat dalam segitiga cinta yang lembut, di antara pengalaman-pengalaman keras yang berawal dari sebuah kejadian aneh--orang mati yang bangkit dari kubur--menuju penyelamatan perbukitan gamping di selatan Jawa.

Dalam Bilangan Fu, Ayu Utami mengajukan ide "spiritualisme kritis".

Bilangan Fu meraih Khatulistiwa Literary Award 2008.

Pemutakhiran ( Kamis, 15 Januari 2009 15:52 ) Lebih lanjut...
 

Saman

E-mail Cetak PDF

SamanSinopsis:

Empat perempuan bersahabat sejak kecil. Shakuntala si pemberontak. Cok si binal. Yasmin si "ja'im". Dan Laila, si lugu yang sedang bimbang untuk menyerahkan keperawanannya pada lelaki beristri.

Tapi, diam-diam dua di antara sahabat itu menyimpan rasa kagum pada seorang pemuda dari masa silam: Saman, seorang pastor yang akhirnya memilih untuk meninggalkan panggilan imamatnya demi menjadi aktivis di antara kaum miskin. ia pun menjadi buron dalam masa rezim militer OrdeBaru sehingga harus melarikan diri ke luar negeri. kepada Yasmin, atau Lailakah, Saman akhirnya jatuh cinta?

 

Novel Saman mendapat penghargaan Roman Terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1998 dan telah diterjemahkan dalam enam bahasa asing: Belanda (de Geus), Perancis (Flammarion), Jepang (Mokusheisha), Jepang (Horlemann), Inggris (Equinox), dan Cheks (Dybbuk). Kini juga dalam proses penerjemahan ke dalam bahasa Korea.

Pemutakhiran ( Selasa, 13 Januari 2009 15:33 ) Lebih lanjut...
 

Larung

E-mail Cetak PDF

LarungSinopsis:

Lanjutan kisah Saman. Saman telah menjadi pelarian politik di New York. Shakuntala mendapat beasiswa sebagai penari di kota besar dunia itu. Tiga wanita yang lain datang berkunjung. Diam-diam mereka membawa misi rahasia untuk menyelamatkan tiga aktivis kiri untuk melarikan diri dari tanah air.

Dalam misi rahasia itu muncul seseorang: Larung. Tokoh ini gelap dan menimbulkan keraguan. Akankah Saman berhasil menyelamatkan para aktivis mahasiswa itu?

 

 Novel Larung diterbitkan juga ke dalam bahasa Belanda (de Geus).

Pemutakhiran ( Selasa, 13 Januari 2009 15:37 ) Lebih lanjut...
 


Karya Terbaru Ayu Utami

bilangan_fu_1.jpg

Pencarian

Absensi

Sekarang ada 7 pengunjung sedang mengunjungi situs ini

Data Kunjungan

Content View Hits : 41442

Kutipan Buku

Perempuan dikuasai oleh monster ubur-ubur di dalam perutnya. Mereka senang melakukan percintaan yang membuang banyak tenaga hanya jika monster itu masih mengharapkan lebih. Jika sang monster memperkirakan bahwa lelaki Y tak akan menghasilkan lebih, ia akan memerintahkan si perempuan untuk menghemat energi. Ketika itulah mereka memilih posisi telentang. Demikianlah ekonomi perempuan. (Bilangan Fu)